Belajar Edit Bingkai Goresan



Tutorial ini saya masukan kedalam kategori dasar, karena mengingat cara pembuatannya yang cukup mudah dan sederhana, tanpa trik-trik khusus yang rumit. Hanya disini dibutuhkan kepekaan dalam menyesuaikan antara komposisi objek gambar, warna dan typografi yang selaras, sehingga dapat dihasilkan output design yang bagus.

1. Buka sembarang gambar/foto digital koleksi Anda di dalam hard disk. Untuk contoh ini saya menggunakan gambar dari Ashampoo Picture dengan objek pemandangan pegunungan salju.



2. Pastikan terlebih dahulu, untuk keperluan apa output file yang akan kita buat ini?
Wallpaper monitor, gambar di website, atau untuk di cetak digital / separasi?

Sebagai contoh dasar, tutorial ini akan membuat gambar sebagai wallpaper monitor.
Jadi software yang kita gunakan adalah software pengolah gambar bitmap yaitu seperti photoshop.
Dan dokumen yang harus kita persiapkan berupa gambar dengan format warna RGB dengan ukuran dimensi pixel width 1024 x length 768 (ukuran standar layar monitor) serta resolusi gambar 72 DPI (resolusi ini adalah resolusi untuk jenis-jenis gambar yang hanya dillihat pada screen layar atau bukan untuk keperluan cetak).
OK, kita buat dokumen baru dengan spesifikasi tersebut diatas.
Secara default nama dokumen tersebut adalah Untitled-1.



3. Simpan dokumen baru tersebut dengan format file photoshop (.psd), dan berilah nama sesuai dengan keinginan Anda (dalam contoh ini dokumen saya beri nama Scratch Frame).



4. Pilih dokumen gambar/foto yang sebelumnya telah kita buka, kemudian drag (seret) gambarnya menuju ke dokumen baru yang baru saja kita buat.



Atau dengan cara lain yaitu dengan membuka layers palette (cari di kotak sebelah kanan yang bernama Layers atau klik menu windows – Layers atau tekan tombol keyboard F7), klik kanan layer background pada layers palette tersebut. Muncul pop up windows, pilih duplicate layer, muncul pop up windows lagi, kemudian pilih pada destination klik drop down menu, pilih nama dokumen yang telah ki9ta berinama tadi, dalam contoh ini nama dokumen yang tadi kita buat bernama Scratch Frame.

Seharusnya layer foto sudah terduplikasi ke dokumen yang baru.



5. Sesuaikan ukuran foto dengan cara klik tombol keyboard ctrl+T (atau klik menu Edit - Free Transform), setelah itu sambil tombol keyboard SHIFT ditekan terus, tarik ujung-ujung gambar/foto sehingga proporsinya memenuhi seluruh area dokumen yang baru tersebut.

6. Kemudian pada layer palette, klik tombal create new layer. Sebuah layer baru akan muncul pada susuna posisi layer paling atas.



7. Sekarang beralih ke tools box dan pilih brush (B) à huruf B adalah shortcut.



8. Kemudian pilih salah satu warna dalam docker swatches. Warna disesuaikan dengan nuansa gambar. Dalam contoh ini saya memilih warna putih, agar senada dengan warna putih salju.



9. Arahkan mouse pointer di area gambar, dan klik kanan mouse. Jendela popup muncul dan pilih jenis brush dengan nama Rough Round Bristle (posisinya paling bawah).



10. Atur besar brush dengan menekan tanda [ dan ] pada keyboard.
11. Setelah itu kita akan membuat bingkai (frame) pada gambar. Pastikan layer yang saat ini terpilih adalah Layer 1. Sapukan brush dengan perlahan di sekeliling tepi dari gambar sehingga membentuk frame (bingkai).



12. Buat layer baru lagi. Seharusnya layer baru tersebut bernama Layer 2.



13. Atur kembali ukuran brush menjadi sekecil mungkin tapi masih kelihatan jida disapukan. Atur dengan menekan tombol [ dan ].
14. Setelah mendapatkan ukuran brush yang kecil, kita akan membuat scratch untuk frame yang baru kita buat tadi. Lakukan dengan hati-hati. Jika hasilnya kurang memuaskan, undo kembali langkah tersebut (diulang) atau dengan cara lain yaitu hapus layer 2 tadi, dan buat new layer lagi dengan nama yang sama. Sapukan brush dengan ukuran kecil dan dapatkan hasil yang kira-kira bagus menurut Anda.



15. Klik icon Horizontal Type Tool (T) pada tools box. Kita akan membuat text.



16. Klik kiri mouse pada area gambar, maka akan muncul cursor text dalam dokumen gambar tersebut.



Atur settingan font dalam docker jenis dan besar huruf. Dan atur posisi tulisan seperti yang Anda inginkan.



17. Tambahkan lagi beberapa tulisan jika masih diperlukan.
18. Simpan dokumen.



19. Saat ini pekerjaan saya sudah hampir selesai, langkah terakhir adalah menyimpan dokumen kedalam format .jpg
Kali ini saya akan menggunakan cara penyimpanan dari fasilitas Photoshop yaitu Save for Web



Keunggulan dari penyimpanan Save for Web ini adalah kita dapat mengatur sedetail mungkin gambar yang akan kita simpan. Tapi fasilitas Save for Web dari Photoshop ini hanya dapat menyimpan berbagai jenis format file yang didukung oleh program-program browser website, seperti .jpg .gif .png .wbm



Kotak merah adalah tanda kita dapat atur settingan dan ukuran gambar, kotak kuning adalah tanda besar ukuran file setelah dirubah settingannya. Hal ini berguna untuk mengoptimalkan besar ukuran dari gambar untuk website, sehingga dengan fasilitas ini akan didapat ukuran dan kualitas gambar yang efektif.

18. OK, pekerjaan saya telah selesai.. heuheu..



Saya lebih suka menggunakan banyak layer dalam setiap mengedit gambar di photoshop, walaupun ukuran file akan menjadi lebih boros tetapi hal tersebut lebih aman jika terjadi kesalahan atau penggantian gambar. Lihat pada dokumen yang baru saja kita buat, kita dapat mengganti gambar pegunungan salju dengan gambar-gambar lain. Hal tersebut bagi saya lebih menyenangkan. Dan frame juga dapat diganti dengan warna-warna lain sesuai keinginan kita.