Pegagan, Herbal Suplemen Otak


pegagan
Pegagan merupakan tanaman liar yang dapat tumbuh hampir di seluruh wilayah Indonesia. Tanaman ini biasa tumbuh di padang rumput, pinggir selokan, sawah, dan sebagainya, namun kadang-kadang pegagan juga sengaja ditanam di pekarangan untuk dimanfaatkan sebagai sayuran atau lalapan. Nama latin pegagan adalah Centella asiatica. Sedangkan di beberapa wilayah di Indonesia pegagan dikenal dengan nama antanan (Sunda), sarowati (Maluku), bebele (Nusa Tenggara) dan dogauke (papua).

Bagian tanaman yang digunakan sebagai herbal adalah daunnya. Efek herbal dari pegagan adalah sebagai antiradang, tonikum, astrongent, immunomodulator diuretik dan antiinfeksi. Pegagan kaya akan antioksidan yang berguna untuk melawan radikal bebas. Radikal bebas merupakan pencetus dari penyakit-penyakit degeneratif seperti kencing manis, gangguan jantung, stroke dan lainnya.
Antioksidan sangat diperlukan tubuh, apalagi sekarang kondisi lingkungan penuh dengan radikal bebas yang berasal dari polusi, makanan yang mengandung pengawet, asap rokok dan kondisi lingkungan lainnya yang tidak sehat. Antioksidan dapat memperkuat kelangsungan sistem imun. Secara alami antioksidan diproduksi oleh tubuh. Namun, kemampuan tubuh dalam memproduksi antioksidan bisa menurun seiring dengan pertambahan umur. Kita dapat memenuhi kebutuhan antioksidan dengan pegagan. Di dalamnya terkandung karetenoid dan asiatikosida yang bermanfaat untuk merangsang antioksidan alami dalam tubuh.
Manfaat penting lain dari pegagan adalah sebagai suplemen otak. Senyawa asiatikosida dalam pegagan mampu meningkatkan daya ingat, konsentrasi dan kewaspadaan, memberi efek positif terhadap daya rangsang saraf otak, dan melancarkan peredaran darah pada otak. Beberapa bahan aktif dalam pegagan juga bermanfaat untuk meningkatkan fungsi mental melalui efek penenang, antistres, dan anticemas. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa ITB, disimpulkan bahwa ekstrak air herba pegagan (Centella asiatica L.) dapat memperbaiki daya ingat. Di India telah dilakukan uji klinis pada anak-anak, hasilnya adalah tanaman ini dapat meningkatkan IQ, kemampuan mental, serta menanggulangi lemah mental pada anak-anak. Penelitian lainnya juga  membuktikan bahwa pegagan dapat meningkatkan kemampuan belajar dan memori seseorang. Begitu banyak manfaatnya bagi otak maka herbal ini dinamakan juga sebagai herbal suplemen otak.

Kapsul Ekstrak Pegagan
Kapsul Ekstrak Pegagan
Madu Anak Mengandung Pegagan
Walad Honey, Madu Anak Mengandung Pegagan
Kita mungkin pernah mendengar nama ginko biloba. Ginko biloba merupakan suatu tanaman yang juga bermanfaat untuk memperbaiki daya ingat. Namun sayang, tanaman tersebut bukan berasal dari negeri kita, harganya pun relatif mahal. Tanaman yang serupa dengan ginko biloba adalah pegagan.  Tanaman ini banyak tumbuh di negara kita, sehingga kita mudah untuk mendapatkan dan memanfaatkannya. Harganya pun lebih terjangkau.
Secara empiris pegagan juga dapat digunakan sebagai antibakteri. Bakteri penyebab infeksi, seperti Escherechia coliStaphylococcus aureusSalmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa, dan sejenisnya mampu dihancurkan ataupun dihambat pertumbuhannya oleh pegagan.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Laorpuksa A. dan kawan-kawan disimpulkan bahwa bakteri penyebab infeksi pada saluran napas dapat dilawan dengan ekstrak dari pegagan. Sementara Feeling Herbert dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa asiaticoside yang merupakan senyawa aktif dalam pegagan mampu melawan Mycobakterium tuberculosis dan Bacillus leprae (Oliver-Bever, 1986).
Begitu banyaknya khasiat pegagan, maka pegagan bagus untuk kita konsumsi. Sekarang pun pegagan telah banyak diolah dalam bentuk kapsul ataupun sebagai campuran dalam makanan atau minuman seperti madu. Jadi kita tak perlu susah-susah untuk mendapatkan pegagan ataupun megolahnya sendiri