Bahagia dengan Shalawat

Rindu kami padamu Ya Rasul…rindu tiada terperi

Berabad jarak darimu Ya Rasul…serasa dikau disini

Cinta ikhlasmu pada manusia bagai cahaya suwarga

Dapatkah kami membalas cintamu secara bersahaja

[Rindu Kami Padamu, Bimbo]


Hari-hari ini di bulan Rabi’ul Awwal 1431 H…, sebagaimana biasanya kita akan memperingati maulid Baginda Nabi Muhammad saw. Seperti syair Bimbo diatas…siapakah yang tidak rindu dengan Rasulullah? Manusia paling mulia yang diutus oleh Allah untuk menyebarkan risalah-Nya. Beliau adalah seorang pemimpin yang selalu memikirkan umatnya…memikirkan kita, agar kita semua bisa hidup bahagia di dunia dan akhirat.

Dalam materi[tarbiyah] Wajibuna Nahwa Rasul (Kewajiban Kita terhadap Rasulullah), kita diajarkan oleh para ustadz “9 kewajiban” yang harus kita tunaikan kepada Rasulullah, yakni:
Mengimaninya (QS. 61:11)
Mencintainya
Menghormatinya/takzim (QS. 48:7)
Membelanya (QS. 9:40, 61:14)
Mencintai para pecintanya (QS. 48:29)
Menghidupkan sunnahnya (QS. 3:130)
Memperbanyak shalawat kepadanya (QS. 33:56)
Mengikutinya (QS. 3:31)
Mewarisi risalahnya (QS. 48:28)

Subhanallah…inilah tuntunan interaksi kita terhadap Rasulullah. Dan ini adalah sebuah nikmat agung yang telah Allah anugerahkan kepada kita…, karena Allah telah memberi kesempatan, telah memberi hidayah kepada kita untuk menjadi umat Rasulullah. Alhamdulillah Ya Rabb…

Bahagia dengan shalawat…

Di antara tuntunan itu adalah memperbanyak shalawat kepada Rasulullah sebagai bukti keimanan dan kecintaan kita. Allah swt. berfirman dalam Al Qur’an :
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi[1229]. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (QS.33: 56)
[1229. Bershalawat artinya: kalau dari Allah berarti memberi rahmat: dari malaikat berarti memintakan ampunan dan kalau dari orang-orang mukmin berarti berdoa supaya diberi rahmat]


Begitu juga sebuah hadits yang pernah dinasehatkan seorang ustadz dalam sebuah majelis ta’lim ;

Dari Abu Darda’ ra. berkata, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa membaca shalawat kepadaku sepuluh kali ketika pagi dan sepuluh kali ketika sore, maka ia akan memperoleh syafa’atku pada hari kiamat.” (HR. Thabrani)

Membaca shalawat adalah tanda cinta, cinta yang mulia karena mencintai Rasulullah adalah bentuk cinta karena Allah…kita mesti bersyukur kepada Allah atas nikmat ini, nikmat diberi kesempatan membaca shalawat…nikmat mencintai Rasulullah saw.

“Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad”