Seks Bebas Meningkat Saat Perayaan Valentine

Headline

INILAH.COM,Jakarta - Momentum perayaan Hari Kasih Sayang memang sudah menjadi tradisi masyarakat dunia.

Namun siapa sangka di balik euforia perayaan itu mengandung sejumlah fakta dan rahasia. Apa saja?

Valentine dan sejarahnya

Kalau ditinjau dari sejarahnya, tidak diragukan lagi bahwa budaya memperingati 14 Februari sebagai hari ‘cinta’ adalah budaya gereja yang berakar dari budaya paganisme.

Valentine dan seks bebas

Dibuktikan juga dengan melonjaknya omset penjualan kondom di mana-mana. Tempat penginapan/hotel/wisata sudah jauh-jauh hari di-booking oleh pasangan muda-muda dan orang dewasa yang mau melewatkan malam Valentine bersama ‘pacar’ atau selingkuhannya.

Hal ini membuktikan bahwa momentum valentine betul-betul secara nyata telah dijadikan sebagai ‘wahana’ seks bebas! Bahkan di barat, saat Valentine dijadikan ajang pesta seks ataumelakukan seks bebas secara beramai-ramai di suatu tempat.

Valentine dan cokelat

Penjualan makanan olahan coklat pun meningkat tajam di saat menjelang perayaan Valentine. Seolah coklat dijadikan bagian dari budaya Valentine ini. Ini adalah bukti kelihaian Yahudi.

Coklat mengandung phenylethylamine dan seratorin yang memacu gairah ekstase dan erotis serta berefek kepada stamina dan keceriaan, yang dibutuhkan dalam aktivitas Valentine.

Valentine dan budaya masyarakat

Hal ini terbukti dengan maraknya pemberitaan dan ‘syiar’ Valentine di media massa. Seolah Valentine adalah agenda tahunan bagi masyarakat dunia.

Seiring waktu dan perluasan pemanfaatan informasi, budaya Valentine ini terus dibesar-besarkan oleh pihak-pihak yang mau mengambil keuntungan dari budaya memperingati Hari Valentine ini