Sang Pemakai Narkoba Hingga Lesbian?

Headline

INILAH.COM, Jakarta - Kepergian penyanyi bersuara emas Whitney Houston meninggalkan sejumlah fakta bermunculan, mulai dari penggunan narkoba sampai seorang lesbian. Benarkah?

Setelah beredar kencang sebab kematian pelantun laguI Have Nothing'ini. Sebuah fakta sekaligus misteri baru mulai terkuak dengan beredarnya kabar bahwa sang diva adalah seorang lesbian karena menjalin hubungan dengan mantan asisten perempuannya.

Seperti dikutip Dailymail, aktivis hak-hak gay, Peter Tatchell mengungkapkan bahwa pernikahan Whitney dengan Bobby Brown adalah omong kosong. yang membuat Whitney bahagia adalah ketika dirinya menjalin hubungan dengan seorang wanita selama 30 tahun, sejak 1980-an.

"Mereka sangat mencintai satu sama lain dan bahagia. Mungkin ketidakmampuan dirinya untuk menerima dan mengekspresikan kesukaannya terhadap sesama jenis itulah yang menyebabkan dirinya menyalahgunakan obat," ujar Peter, seperti dilansir Dailymail.

Peter juga menyebutkan Whitney sangat tertekan dengan pernikahannya bersama Bobby Brown. "Itu adalah bencana. Hidupnya mulai mengalami penurunan sejak saat itu," tambahnya.

"Mungkin karena ketidakmampuannya menerima dan mengekspresikan cintanya kepada sesama jenis, hal itu memberi kontribusi terhadap penyalahgunaan zat terlarang," lanjut Tachell.

Tachell menilai pernikahan Whitney dengan Bobby Brown tak lain untuk menutupi rumor yang sempat berkembang.

"Dia terpaksa menikah dengan Bobby Brown. Itu menjadi bencana. Kehidupannya mulai turun setelah itu," urainya.

Peter memang tidak menyebutkan nama wanita tersebut. Namun beberapa sumber pernah menyatakan wanita yang dimaksud adalah Robyn Crawford.

Houston dan Robyn telah saling mengenal sejak Houston berusia 16 tahun, ketika keduanya menjadi siswi Monmouth College. Robyn kemudian keluar dari sekolah itu dan memilih menjadi seorang penyanyi.

Hanya beberapa jam dari kematian Whitney, Robyn menulis sebuah tulisan untuk Hari Valentine bertema tribute untuk Whitney, yang kemudian dipublikasikan di sebuah majalah di Amerika.

"Pertama kali saya bertemu Whitney ketika saya berusia 16 tahun dan saya langsung tahu bahwa dia spesial. Dia memiliki warna kulit yang sangat bagus dan tidak terlihat seperti kebanyakan orang yang saya temui di New Jersey. Saya tidak percaya, saya tidak akan bisa memeluknya atau mendengar tawanya lagi," tulis Robyn Crawford.

Pernyataan tersebut juga didukung oleh kakak ipar Whitney dan mantan bodyguard Whitney, Kevin Ammons. Bahkan mantan suaminya, Bobby juga sudah menduga pernikahan mereka adalah untuk menutupi hasratnya terhadap wanita.

"Saya sering melihat ia pergi bersama wanita beberapa kali," ujar saudara perempuan Bobby, Tina Brown.

Bodyguard Whitney juga menulis di bukunya, bahwa Robyn pernah menampar Whitney ketika ia melihatnya menggoda pria. Bahkan, Robyn sangat marah ketika Whitney menikah dengan Brown.

Tak cuma itu, Bobby Brown, suaminya, juga sempat mengisyaratkan hal itu. Dalam biografi yang ditulisnya, Bobby membeberkan bahwa pernikahannya telah hancur dari awal.

"Saya pikir kami menikah untuk sebuah alasan yang salah. Sekarang, saya menyadari bahwa Whitney memiliki agenda berbeda dari yang saya lakukan ketika kami menikah."

"Saya yakin agendanya adalah untuk membersihkan citranya," tulis Bobby.

Kevin Ammons bahkan menguatkan isyarat itu. Ia mengklaim pernah melihat Robyn menampar Whitney saat melihat dia main mata dengan laki-laki, dan sangat marah ketika ia berjanji untuk menikah dengan Brown.

Untuk menutupi rahasia hidupnya, Ammons bahkan menyebutkan Houston telah membayar mantan juru bicaranya, Regina Brown, untuk tidak membeberkan kehidupan cintanya dengan Robyn.

Hal itu sebenarnya sudah pernah dibantah Houston pada tahun 2000. Dalam kesempatan itu, ia mengatakan, "Saya ini seorang ibu, jadi bukan lesbian. Saya bukan pencinta sesama jenis," bantahnya.

Whitney ditemukan tak bernyawa di bak mandi Hotel Beverly Hilton, Beverly Hills, California. Jenazahnya akan dikuburkan pada hari Sabtu di New Jersey. [mor]